Air Mata di Taman Bunga 04
Tak sekalipun aku berhasil melukis wajahmu,
telah seribu pun aku gagal. Apalagi melukis air matamu
Jejak langkah lambatmu pun
tak tertangkap tanah basah pagi ini
Tidak pula di lain waktu
Tidak pula di catatan hidupmu
Dua puluh delapan Oktober tahun silam,
juga di taman tempat berdiri pagi ini
Wajahmu menghilang dari lukisan,
tubuhmu tak terlihat mataku, hanya tetes air mata
Dingin dan pekat seperti salju
Dan sepatah kata: Sejarah itu bisu dan kelam








Leave a Reply