Kamar Hujan

Bawalah kebisuanmu
yang beraroma melati itu
Dalam setiap malamku
yang bertabur sunyi
Karena wangimu yang terkenang
adalah nyanyian pelepas buram
hidupku
Di kamar hujan ini
aku sedang berteman
dengan setiap cerita tentangmu
Mencoba mendaur keindahan rasa
di genang kesejatian hatiku

Sedikit saja cahaya
kilat yang berkelit dalam celah tembok
Terserap mata lelahku tanpa sisa
Karena aku berharap pintu itu terbuka
Dan kamu berkata, aku ingin
tinggal di kamar hujan ini

Mataku terpejam, hatiku
masih mencandamu
Aku mengigau, membuka
kamar hujan dan berlari
Tanpa henti teriakku
disambut ramah alam
Detak badai meluluhkanku
Mataku terpejam, hatiku
masih mencandamu

Kembalilah ke kamar hujan, teriakmu

Berlahan tubuhku melayang
Mataku masih terpejam
Teriakmu
semakin terdengar jauh
dan hilang

~ by emenev on September 29, 2007.

3 Responses to “Kamar Hujan”

  1. Aku suka sekaliii yang ini.. :D

  2. Jika kutebak tema puisinya ,ini mungkin temanya *KHAYALAN MIMPI*.
    Yaitu khayalan yang menginginkan seseorang kekesih tidur bersamanya pada suatu malam .Maaf… bila kamu marah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.