Puisi yang Hilang

Dalam senyap itu
Saat gigil tubuh meradang
Saat bulan tak juga berkedip
Saat kunang-kunang tak ku biarkan pergi tanpa sepengetahuanku
Aku kehilangan sebuah puisi
Yang tertulis di atas selembar kertas yang tersisa

Pada senyap, dingin, bulan, serta kunang
Aku berharap lirih
Pulanglah puisiku
Karena malam selalu merindu bait-baitmu

~ by emenev on September 29, 2007.

3 Responses to “Puisi yang Hilang”

  1. Percayalah…Ia akan pulang, jika sudah saatnya.

  2. Cobalah untuk mengingatnya kembali bait demi bait, jangalah berputus asa dulu .Pasti kamu akan menemukannya kembali,percaya Deh….

  3. Äñü åpä jÄñÉé…. Äh?

Leave a Reply