Maharasa Cinta
Aku mengingatmu saat terbangun dari tidur malamku. Dan menghabiskan pagi untuk melukis manifesto kegelisahanku di atas kertas A4, yang kemudian berserak memenuhi kolong meja baca. Aku mengingatmu saat lelah menghampiriku. Dan menghabiskan malam untuk merajut puisi tentang misteri keberadaan, menambah jumlah file di folders puisi yang telah terlalu banyak untuk dihitung jumlahnya.
Aku masih bertanya tentang hal yang sama dengan kata-kata yang berbeda kepada teks di lembaran-lembaran buku filsafat yang berserak di lantai kamar, kepada teks di lembaran-lembaran kitab suci yang telah terlihat lusuh, atau kepada search di google, yahoo, dan lainnya.
Aku memujamu sebagai sebuah keajaiban yang selalu menyerang rasa ingin tau ku, logika berpikirku, ontologi-epistemologi-aksiologi kebenaranku, intuisi, firasat.
Aku mengugatmu dengan maharasa cintaku.








Itulah CINTA yang tak tau ujung dan pangkalnya,maka nikamti cinta itu dengan perasaan yang OBjektif…
Oh ya,salam kenal ya mas penghuni blog,,,, kapan2 maen di blogKu ya…
Thank’s….
Menurutku ,itulah CINTA suci yang selalu merindukan seorang kekasih.
Mungkin saja kamu sedang jatuh cintanya ..Dari pada kamu menulis sejuta puisi lebih baik kamu ungkapkan saja perasaanmu pada Doi..OK!